Jumat, 10 Januari 2014

Musik Dangdut sejarah sosial popular Indonesia




Dangdut adalah aliran musik yang sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia, karena  sangat merakyat bagi bangsa Indonesia sejak jaman berdirinya negara Indonesia. Musik dangdut berakar dari musik melayu yang mulai berkembang pada tahun 1940. Irama melayu sangat kental dengan unsur aliran musik dari India dan gabungan dengan irama musik dari Arab. Unsur tabuhan gendang yang merupakan unsur musik India digabungkan dengan unsur cengkok penyanyi dan harmonisasi dengan irama musiknya merupakan suatu ciri khas irama melayu adalah awal mutasi irama melayu ke dangdut.

Musik dangdut yang merupakan seni kontemporer terus berkembang dan berkembang, pada awal mulanya irama dangdut identik dengan seni musik kalangan kelas bawah dan memang aliran seni musik dangdut ini merupakan cerminan dari aspirasi dari kalangan masyarakat kelas bawah yang mempunyai ciri khas kelugasan dan kesederhaannya.

Pada tahun 1960-an musik melayu mulai dipengaruhi oleh banyak unsur mulai dari gambus, degung, keroncong, langgam. Dan jaman inilah sebutan untuk irama melayu mulai berubah menjadi terkenal dengan sebutan musik dangdut. Sebutan dangdut merupakan sebutan yang sesuai dengan bunyi suara, yaitu bunyi dari alat musik tabla atau yang biasa disebut gendang. Bunyi gendang lebih didominasi dengan bunyi “dang” dan “dut”, maka sejak itulah irama melayu berubah sebutannya menjadi aliran musik baru yang lebih terkenal dengan irama musik dangdut.

Pada era awal 1970 seniman dangdut yang terkenal antara lain : M. Mashabi, Husein Bawafie, HasnahTahar, Munif Bahaswan, Johana Satar, Ellya Kadam. Pada era ini merupakan jaman seniman dangdut dengan tokoh musisi dangdut antara lain A. Rafiq, Reynold Panggabean, Rhoma Irama, Elvy Sukaesih, Herlina Effendi, Mansyur S., Ida Laila, Mukhsin Alatas, Camelia Malik.

Era musik dangdut setelah  1970-an melahirkan banyak musisi dan seniman danggdut, yang memasyarakat di semua kalangan rakyat Indonesia seperti Hamdan ATT, Meggy Z.,Vetty Vera, NurHalimah,  Iis Dahlia, Ikke Nurjanah, Itje Trisnawati, Evi Tamala, Dewi Persik, Kristina, Cici Paramida, Inul Daratista dan lainnya.

Karena sifat kontemporernya maka di awal tahun 1980 an musik dangdut berinteraksi dengan aliran seni musik lainnya, yaitu dengan masuknya aliran musik Pop, Rock  dan Disco atau House musik. Selain masuknya unsur seni musik modern  musik dangdut juga mulai bersenyawa dengan irama musik tradisional seperti gamelan, Jaranan, Jaipongan dan musik tradisional lainnya.

Pada jaman 1990 mulailah era baru lagi yaitu musik dangdut yang banyak dipengaruhi music tradisional yaitu irama gamelan yaitu kesenian musika sli budaya jawa maka pada masa ini musik dangdut mulai berasimilasi dengan seni gamelan, yang memunculkan aliran musik baru yang disebut musik dangdut camputsari atau dangdut campursari. Tetapi aliran musik baru ini tidak menghilangkan eksistensi musik dangdut asli pada masa tersebut.

Pada era tahun 2000-an seiring dengan kejenuhan musik dangdut yang asli, maka di awal era ini musisi di wilayah Jawa Timur di daerah pesisir Pantura mulai mengembangkan jenis musik dangdut baru yang disebut dengan musik dangdut koplo. Dangdut koplo merupakan mutasi dari musik dangdut setelah era dangdut campursari yang bertambah kental irama tradisionalnya ditambah dengan masuknya unsur seni musik kendang kempul yang merupakan seni musik dari daerah Banyuwangi Jawa Timur dan irama tradisional lainya seperti jaranan dan gamelan.


Sebagai musik yang paling popular dan unik di Indonesia, dangdut mengalami perjalanan yang penuh warna. Dangdut, yang namanya berasal dari bunyi khas gendang, “dang” dan “dut”, dianggap sebagai bentuk rendah budaya popular pada 1970-an, dikomersialkan pada 1980-an, dimaknai-ulang sebagai ragam musik pop nasional dan global pada 1990-an, dan terlokalisasi dalam komunitas-komunitas etnik pada era 2000-an. Buku “Dangdut stories : a social and musical history of Indonesia’s most popular music” karya Andrew N. Weintraub adalah sejarah musik dan sosial tentang genre dangdut, dalam pengertian yang lebih luas tentang kelas, gender, etnisitas dan bangsa di Indonesia pasca-kemerdekaan (1945 sampai saat ini). Memakai pendekatan interdisipliner baru yang memadukan etnomusikologi, antropologi media dan kajian budaya, professor musik di University of Pittsburgh, AmerikaSerikat, ini menautkan berbagai property estetik, penggunaan dan pengaruh musik dangdut, terhadap kondisi sosial dan material di Indonesia modern. Buku ini memuat khazanah materi sumber musikologis asli dan baru, dalam bentuk wawancara dengan bintang-bintang dangdut; informasi dari sumber daya jurnalistik terpendam; dan analisis mendalam tentang standar-standar dangdut, digabung dengan pembacaan kembali yang tajam terhadap pustaka yang telah ada menjadikan buku ini tidak hanya menggambarkan potret genre musik Indonesia dengan penggemar hampir sebagain besar penduduk yang tersebar sampai ke pelosok-pelosok wilayah tanah air, tetapi juga mencerminkan dinamika masyarakat Indonesia dalam transisi.

Dalam perspektif Indonesia, Weintraub berkontribusi memunculkan perdebatan mengenai identitas nasional, dengan berfokus pada musik populer dangdut, ia mengenalkan pentingnya industri budaya dalam mendefinisikan identitas musikal sebagai identitas budaya bangsa. Ia juga menyatakan bahwa musik dangdut bukan hanya merupakan representasi dan refleksi politik dan budaya bangsa Indonesia, tetapi dangdut sebagai praktik ekonomi, politik dan ideologi telah membentuk ide masyarakat tentang golongan, jender dan etnisitas dalam masyarakat Indonesia modern.

Buku ini memaparkan perubahan historis dalam gaya musikal, performa dan pengertian sosial genre asli Indonesia, karena dangdut biasanya selalu berhubungan dengan tema-tema universal. Weintraub melakukan pendekatan dangdut sebagai bentuk politik budaya yang memunculkan bentuk simbolik aktor sosial untuk memperjuangkan sesuatu yang dianggap bernilai budaya.

Melalui buku ini, kita diajak untuk mengenal sejarah musik dangdut yang oleh sebagian besar masyarakat Indonesia dianggap sebagai musik asli Indonesia. Sebagai kajian sejarah musik di Indonesia memang belum banyak buku yang mengupas mengenai musik dangdut, karena itu buku karya Weintraub merupakan kajian yang membuka wawasan untuk mengkaji lagi secara lebih mendalam tentang musik asli Indonesia, karena nampaknya memang belum ada kajian tentang musik dangdut yang dilakukan oleh orang Indonesia sendiri.  

ASAL USUL MUSIK KERONCONG



Bentuk keroncong yang dicampur dengan musik populer sekarang menggunakan organ serta synthesizer untuk mengiringi lagu keroncong.

Musik keroncong lebih condong pada progresi akord dan jenis alat yang digunakan. Sejak pertengahan abad ke-20 telah dikenal paling tidak tiga macam keroncong, yang dapat dikenali dari pola progresi akordnya. Bagi pemusik yang sudah memahami alurnya, mengiringi lagu-lagu keroncong sebenarnya tidaklah susah, sebab cukup menyesuaikan pola yang berlaku. Pengembangan dilakukan dengan menjaga konsistensi pola tersebut. Selain itu, terdapat pula bentuk-bentuk campuran serta adaptasi.

Dahulu sebelum Perang Dunia I (1910), musik keroncong dikenal dengan nama STAMBUL, diambil dari KOMEDI STAMBUL KELILING yang menyuguhkan lagu2 keroncong.
Ciri dari Lagu Stambul adalah panjang 16 birama. Catatan: banyak orang menyebut Keroncong Kemayoran, yang sebenarnya Stambul III Kemayoran

Setelah Perang Dunia I (1910) dengan adanya inflitrasi lagu pop (akibat adanya pembangunan hotel-hotel di Indonesia tahun 1920-an seperti Hotel Savoy di Bandung, di mana hotel tersebut sering mengadakan musik dansa, sehingga musik keroncong saat itu juga dipengaruhi oleh lagu2 pop barat dg struktur panjang 32-birama: A-A-B-A), maka dikenal:

- LANGGAM KERONCONG (32 birama), misalnya: Lg Bengawan Sala, Lg Di Bawah Sinar Bulan Purnama, dlsb. - STAMBUL KERONCONG (16 birama x 2 = 32 birama), misalnya St Jauh Di Mata, St Dewa Dewi . dlsb. - KERONCONG ASLI (32 birama dg PRELUDE sebanyak 4 birama dan INTERLUDE sebanyak 4 birama), misalnya Kr Sapu Lidi, Kr Purbakala, dlsb.

Ciri dari Lagu Keroncong ini adalah panjang 32 birama.
Ada perbedaan Lagu STAMBUL dengan Lagu KERONCONG; yang pertama dengan PANTUN, sedangkan yang kedua dengan SYAIR.

Keroncong asli memiliki bentuk lagu A - B - C. Lagu terdiri atas 8 baris, 8 baris x 4 birama = 32 birama, di mana dibuka dengan PRELUDE 4 birama yang dimainkan secara instrumental, kemudian disisipi INTERLUDE standar sebanyak 4 birama yang dimainkan secara instrumental juga.
Keroncong asli terkadang juga diawali oleh prospel terlebih dahulu. Prospel adalah seperti intro yang mengarah ke nada/akord awal lagu, yang dilakukan oleh alat musik melodi seperti seruling/flut, biola, atau gitar.

Langgam Keroncong
Bentuk lagu langgam ada dua versi. Yang pertama A - A - B - A dengan pengulangan dari bagian A kedua seperti lagu standar pop: Verse A - Verse A - Bridge B - Verse A, panjang 32 birama. Beda sedikit pada versi kedua, yakni pengulan
gannya langsung pada bagian B. Meski sudah memiliki bentuk baku, namun pada perkembangannya irama ini lebih bebas diekspresikan. Penyanyi serba bisa Hetty Koes Endang misalnya, dia sering merekam lagu-lagu non keroncong dan langgam menggunakan irama yang sama, dan kebanyakan tetap dinamakan langgam.

Bentuk adaptasi keroncong terhadap tradisi musik gamelan dikenal sebagai langgam Jawa, yang berbeda dari langgam yang dimaksud di sini. Langgam Jawa yang pertama adalah Yen Ing Tawang (Tawang suatu desa di Magetan) ciptaan Anjar Any (1935). Langgam Jawa memiliki ciri khusus pada penambahan instrumen antara lain siter, kendang (bisa diwakili dengan modifikasi permainan cello ala kendang), saron, dan adanya bawa atau suluk berupa introduksi vokal tanpa instrumen untuk membuka sebelum irama dimulai secara utuh. Tahun 1980 Langgam Jawa berkembang menjadi Campursari.




Stambul Keroncong
Stambul merupakan jenis keroncong yang namanya diambil dari bentuk sandiwara yang dikenal pada akhir abad ke-19 hingga paruh awal abad ke-20 di Indonesia dengan nama Komedi stambul. Nama "stambul" diambil dari Istambul di Turki.

Stambul memiliki tiga tipe progresi akord yang masing-masing disebut sebagai Stambul I, Stambul II dan Stambul III.

Salah satu tokoh Indonesia yang memiliki kontribusi cukup besar dalam membesarkan musik keroncong adalah bapak Gesang. Salah satu lagunya yang paling terkenal adalah Bengawan Solo. Lantaran pengabdiannya itulah, oleh Gesang dijuluki "Buaya Keroncong" oleh insan keroncong Indonesia,sebutan untuk pakar musik keroncong.


 


Kamis, 09 Januari 2014

BOYBAND INDONESIA


SM*SH atau SMASH awalnya dibentuk oleh Starsignal pada tanggal 10 April 2010. SM*SH pada awalnya beranggotakan 3 orang yaitu Dicky, Ilham, dan Reza. Lalu Morgan dan Bisma masuk, lalu disusul oleh Rangga dan Rafael. SM*SH merupakan singkatan dari Seven Men as Seven Heroes. Heroes maksudnya mereka ingin menginspirasi anak muda untuk berkreasi yang positif. Huruf A-nya menggunakan simbol bintang karena terinspirasi dari nama managemen SM*SH yaitu Starsignal. Mereka mulai dikenal masyarakat luas melalui lagunya yang berjudul "I Heart You". Grup musik ini kini beranggotakan 7 orang yaitu Rafael, Rangga, Morgan, Bisma, Dicky, Reza, dan Ilham.




Genre musik yang mereka bawakan adalah pop-dance. Kebanyakan dari mereka bermula dari dancer, ada juga yang mempunyai latar belakang penyanyi, dan beberapa personel lainnya yang pernah ikut bermain band. Oleh Starsignal, mereka dimasukkan dalam training camp. Disini mereka diasah kemampuannya dalam hal menyanyi dan menari. Mereka dibekali pula dengan ilmu public speaking. Training camp ini berlangsung selama 5 bulan. Awal terjun ke dunia hiburan, SM*SH mengikuti ajang kompetisi dance yang diadakan oleh Cinta Laura, mereka juga menjadi dancer dalam singel-nya. Kemudian pada bulan Oktober 2010, single pertama SM*SH dirilis. Single tersebut berjudul I Heart You. Lagu ini juga dirilis ulang dan diaransemen oleh artis Opera Van Java bersama dengan Adul yang bernama SM#SH (dibaca smosh) dan berganti judul menjadi Cenat Cenut.


Selain itu, band ini juga menjadi pemeran utama dalam serial televisi berjudul Cinta Cenat Cenut yang ditayangkan di Trans TV sejak tanggal 18 Februari 2011. Boy band yang pernah menyanyikan lagu Take a Bow milik Rihanna pada siaran langsung di radio ini juga mulai mendapatkan kontrak iklan dari Kartu As Know Me So Well Telkomsel, mereka juga menjadi bintang iklan Sosis So Nice. 10 April 2011 mereka merayakan ulang tahun Sm*sh untuk pertama kalinya di acara Hip Hip Hura Tolak Angin Karnaval SCTV 2011 yang berlangsung di lapangan Lumintang Denpasar, Bali. Para penggemar Sm*sh (Sm*shblast) tetap histeris berteriak sekuat tenaga ikut menyanyi dan melompat walaupun saat itu di tengah hujan lebat. Pada 6 Maret 2011, Sm*sh merilis singel keduanya yang berjudul Senyum dan Semangat, mereka pertama kali menampilkan secara langsung lagu yang berjenis musik electronica/eurodance ini pada acara musik Inbox SCTV, alhasil lagu ini menempati tangga lagu tertasa Indonesia.

Dalam acara ajang peghargaan musik Indonesia, SCTV Music Awards 2011, Sm*sh tidak masuk dalam nominasi karena band ini baru naik daun pada tahun 2011, namun SCTV mengundang Sm*sh untuk membacakan nominasi "Album Pendatang Baru Duo/Grup". Mereka juga membawakan debut single utamanya yang bertajuk I Heart You, lagu ini dinyanyikan bersama penyanyi solo Afgan, selain itu mereka juga menyanyikan lagu Senyum dan Semangat. Pada acara peluncuran website resmi untuk mempersatukan para fans mereka (Sm*shblast) www.smashblast.co.id mereka menyatakan akan menyelesaikan album studio pertamanya yang akan berisi 9 lagu di dalamnya.

Lagu Gadisku yang dibawakan oleh Sm*sh dalam acara musik Dahsyat RCTI pada 18 April 2011, merupakan daur ulang dari lagu milik Trio Libels yang populer di era 1989-an. Bens Leo sebagai pengamat musik mencarikan lagu ini untuk Sm*sh setelah memastikan hak cipta lagu tersebut dan akan dimasukkan dalam album pertamanya Sm*sh. Selain itu, album dari Bebi Romeo yang bertajuk Bebi Romeo Various Artist yang sudah dirilis dan melibatkan berbagai penyanyi juga memasukan Sm*sh dalam lagu berjudul Aku Cinta Kau dan Dia.

Meskipun awal kemunculannya banyak menerima hujatan dan cercaan. Namun pelan tapi pasti BoyBand SMASH mulai menunjukan kualitas dan mulai mendapatkan tempat di belantika musik Indonesia.

ORIGINS OF ROCK MUSIC



rock and roll ( often written as rock ' n ' roll ) is a genre of music that developed in the United States in the late 1940s , and reached the peak of popularity in the early 1950s . Of the United States , this music genre spread throughout the world . Rock and roll spawned a wide variety of whole subgenre known as rock music .
Characteristic of rock and roll is on the beat ( beat) is usually combined with the lyrics . Rock and roll using one of the beat -based rhythm blues boogie woogie called plus accents are almost always filled backbeat snare drum beating .
Classical versions of rock and roll is played with one or two electric guitars , electric bass guitar , and drum set . The device keyboard musical instrument is often played as an extra . When played with two electric guitars , electric guitar played to give the melody called lead guitar , while the rhythm guitar and harmony to provide so-called rhythm guitar . Saxophone melody instruments often used in rock and roll style of the early 1950s , but its role was replaced by an electric guitar in the mid 1950s .
In the late 1940s , early form of rock and roll even wearing the piano as a melodic instrument . One of the forerunner to rock and roll boogie woogie is music with a piano melody , like a game of musical groups that dominate the world of big band music american 1940s . The popularity of rock and roll turned out en masse and global social impact of unexpected . Rock and roll style of music not only influence , but at the same lifestyle , style of dress , and language . In addition to success in the world of music , the stars in the early period of rock and roll was also successful in the world of film and television .
ElvisPresley , for example, is a rock and roll star whose success as a movie star and televisi

originrock and roll began to emerge as a new force in music in America in the late 1940s as a country and western branches of cultural products white Americans , and rhythm and blues ( R & B ) which is a product of the African-American culture . The elements of real rock and roll can be heard in country songs of the 1930s and blues songs from the 1920s . However, a new genre of music that is not called " rock and roll " until in the 1950's .
An early form of rock and roll was rockabilly that combines elements of r & b , blues , jazz , and folk music influenced Appalachian and gospel music . When traced even further, the forerunner of rock and roll music can be found in the slum area of ​​five points , new york city in the mid -19th century . In the area for the first time ever that a mixture of rhythmic African dance with European music , particularly dance music for folk origin irish jig very melodic .
Black gospel singer from the southern regions of the United States to use the term " rocking " to refer to something that is similar to the process of appointment to be experienced by people who believe in the end times . The term " rocking " in the late 1940s became a double meaning , " dancing " as well as " sex " , as the lyrics of the song " Good Rocking Tonight " sung blues musician roy brown . Songs like this are usually only played the radio station that broadcast the African-American music and rarely heard among white people .
In the 1920s and 1930s , white people in America like many white musicians who played jazz and blues African-American people . The same music is played but when black musicians is often not received . R & b musicians who favored black white people just a little , prominent among which is the louis jordan , mills brothers , and the ink spots . During the new songs yet created many hit songs in the early days of rock and roll is a lot of re-recordings of the songs r & b or blues that have been previously known . Genre of blues music will continue to inspire rock musicians . Delta -style blues blues musicians such as Robert Johnson and Skip James became the inspiration for the English rock musician The Yardbirds , Cream , and Led Zeppelin .


In 1951 , Alan Freed , a dj in cleveland , ohio start playing the kind of music that could be favored listeners anticipated from various backgrounds and races . Alan freed touted as the person who first used the term " rock and roll " music r & b for a happy and energetic . While working as a DJ at a radio station WJW in cleveland , alan freed rock and roll concert held first . The concert was held 21 March 1952 and given the name " The Moondog Coronation Ball " . The event was attended by an audience of mostly African-American , but it must end when the audience has just begun because of exceptional solid . After a successful first concert , alan freed continue to hold a variety of rock and roll show that many people watch black and white . Such performances helped the spread of African-American musical styles in various circles .
Music observers often argue about who has the right musical note as a maker of rock and roll record first . Sister rosetta tharpe been recording music filled with shouts and pounding in the 1930s and 1940s . Musical style is similar to the characteristic of rock and roll in the mid- 1950s . Sister rosetta already topped the pop charts in 1938 with rhythmic gospel songs such as "this train" and " rock me " , and continued in the 1940s with " Strange Things happenin every day " , " up above my head " , and "down by the riverside " . Another musician who sings gospel / blues with boogie piano accompaniment is big joe turner with a " roll ' em pete " . The song was taped in 1939, but it is almost indistinguishable from the style of rock and roll in the 1950s . Similar artists released recordings of rock and roll in the 1940s and early 1950s , among them : Roy Brown ( " Good Rocking Tonight " , in 1947 ) , Paul Bascomb ( " rock and roll " , 1947) , fats domino ( " the fat man , " 1949) , big joe turner ( " honey , hush " , 1953 and " shake , rattle and roll " , 1954) , as well as the les paul and mary ford ( " how high the moon , " 1951
Rolling stone magazine article published in 2004 claimed the first singles elvis presley sun records production titled " That's All Right ( Mama ) " is a rock and roll record first . Meanwhile , the hit song " Bo Diddley " and " I'm a Man ​​" by Bo Diddley said to be the pioneer of a new stomping beat , and introduces a unique way of playing the guitar and became the inspiration for other musicians .
The song " Rock around the clock " by bill haley was the first rock and roll song that topped the charts billboard magazine for sales figures and the number of plays a song ( airplay ) on the radio . Haley Bill opened the door for a new wave of pop culture called rock and roll . Other musicians who created the hit song in the early period of rock and roll is chuck berry , little richard , and group doo - wop vocal style . Meanwhile , in the succeeding pop music singers who have become stars from previous decades , for example, eddie fisher , perry como , and patti page . In the early period of rock and roll , they began to find it difficult to put the songs on the pop charts as a result of obstructed rock and roll song .